Blue Fire Pointer

Blog list

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 

Minggu, 18 Oktober 2020

PENGERTIAN KONFIGURASI SWITCH

0 komentar

 


berikut tersedia pada Cisco Catalyst 2960 switch : 

System LED ( SYST )
– Led Hijau, sistem mendapatkan power dan berfungsi normal
– Led oranye, sistem mendapatkan power tetapi tidak berfungsi normal
– Led mati, tidak mendapatkan power

RPS LED ( RPS )
– Led hijau, RPS terhubung dan siap melakukan backup
– Led hijau berkedip, RPS terhubung tetapi tidak dapat digunakan
– Led oranye, RPS pada status standby atau terjadi kegagalan.
– Led oranye berkedip,  internal power supply switch failed, dan di backup oleh RPS
– Led mati, tidak ada RPS yang terhubung
*RPS ( Redundant power system ) adalah power backup sehingga apabila internal power supply tidak berfungsi, RPS menggantikan perannya sebagai power supply.

PORT STATUS LED ( STAT )
– Led hijau, port sedang aktif
– Led hijau berkedip, port sedang aktif menerima atau mengirim data
– Led oranye, init state ketika ethernet dihubungkan ( 30 detik )
– Led oranye berkedip, port sedang diblock untuk mencegah looping
– Led mati, port sedang tidak aktif

PORT DUPLEX LED ( DUPLX )
– Led hijau, beroperasi dalam full duplex
– Led mati, beroperasi dalam half duplex

PORT SPEED LED ( SPEED )
– Led hijau berkedip, beroperasi dalam kecepatan 1000Mb/s
– Led hijau, beroperasi dalam kecepatan 100Mb/s
– Led mati, beroperasi dalam kecepatan 10Mb/s





















POWER OVER ETHERNET MODE LED ( PoE )
– Led mati, PoE mode tidak aktif
– Led oranye berkedip, satu port PoE memblock power.
– Led hijau, PoE mode aktif. disini terdapat beberapa warna port :
aaaaaaa.) Port led hijau, PoE sedang aktif
aaaaaab.) Port led hijau-oranye, PoE sedang di block
aaaaaac.) Port led oranye berkedip,  terjadi kegagalan PoE
aaaaaad.) Port led oranye, fitur PoE dimatikan.


Perintah-Perintah Verifikasi Switch


$show interface

$show starup-config

$show running-config

$show flash

$show version

$show history

$show ip interface

$show ipv6 interface

$show mac-address-table 


Konfigurasi Port Security Switch


 A.   Konsep dasar Switch port - security Catalyst Switch

Port Switch yang sudah di konfigurasi port security akan memeriksa mac address source dari sebuah frame yang diterima.

    Hanya Mendaftarkan mac address tidak akan membuat port securty aktif, ada parameter lain yang harus dikonfigurasi, yaitu :

a. Jumlah maksimum mac address yang allowed.

b. Action yang dilakukan ketika violation terjadi


contoh konfigurasi switch port security :

Switch(config)#int range fa0/1 -3
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport port-security 
Switch(config-if)#do show port-security int fa0/3
 Port Security : Enabled
Port Status : Secure-up
Violation Mode : Shutdown
Aging Time : 0 mins
Aging Type : Absolute
SecureStatic Address Aging : Disabled
 Maximum MAC Addresses : 1
Total MAC Addresses : 0
Configured MAC Addresses : 0
Sticky MAC Addresses : 0
Last Source Address:Vlan : 0000.0000.0000:0 

 Security Violation Count : 0 

B. Violation Mode pada Switch port Security Catalyst Switch


* Violation mode shutdown : menyebabkan status interface akan menjadi err-disabled state

*  Violation mode restrict dan protect : keduanya hampir sama tapi port tidak akan err-disabled state


C. Konfigurasi

Switch(config)#int range fa0/1 -3
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport port-security
Switch(config-if-range)#switchport port-security violation shutdown 
Switch(config-if-range)#int fa0/3
Switch(config-if)#switchport port-security maximum 1
Switch(config-if)#switchport port-security mac-address 0004.9A58.21E5
Switch(config-if)#int fa0/2
Switch(config-if)#switchport port-security maximum 2
Switch(config-if)#switchport port-security mac-address sticky


Untuk mengetahui lanjut konfigurasi switch bisa dilihat link video di bawah ini :


https://youtu.be/w-yCqSYyWbQ  (part1)

https://youtu.be/Dgc-2Go2dOs     (part2)



Jumat, 09 Oktober 2020

PENJELASAN TENTANG SWITCH

0 komentar

Pengertian Switch


    Switch adalah pengalih jaringan atau sebuah alat yang menjalankan penghubung tidak terlihat penghubung penyekat (segmentation) dari banyak jaringan dengan mengalihkan dengan melihat alamat MAC. Switch pada jaringan dapat dipakai untuk menghubungkan komputer atau penghala pada sebuah area yang terbatas, Switch juga bekerja di lapisan data terhubung (data link). Cara kerja Switchmirip pada jembatan (bridge), namun Switch mempunyai beberapa port menjadikan sering disebut dengna multi port bridge (jembatan pancaporta).

Fungsi Switch

    Fungsi Switch adlaah untuk manajemen lalu lintas yang ada di sebuah jaringan komputer, Switch mempunyai tugas mentransfer suatu paket data untuk sampai ke tujuan dengan perangkat yang tepat. Switch ini juga juga mempunyai fungsi mencari jalur yang sangat baik dan optimal serta memastikan pengiriman paket data yang efisien tujuannya.

Jenis-Jenis Switch

    Secara umum Switch terbagi menjadi dua jenis yakni menurut OSI (Open System Interconnection) yang mana ada dua switch layer dua dan layer tiga.

  • Switch layer 2 adalah switch yang operasi data link layer terdapat pada  lapisan model OSI. Switch dapat meneruskan paket dengan melihat alamat MAC tujuan, switch juga dapat menjalankan fungsi bridge antar segmen-segmen LAN (Local Area Network) sebab switch mengirimkan paket-paket data dengan cara melihat alamat yang akan ditujukan tanpa mengetahui protokol jaringan yang digunakan.

·  Switch layer 3 adalah switch yang terletak di network layer yang beradadi lapisan model OSI. Dimana switch dapat meneruskan paket data memakai IP Addres. Switch layer 3 (tiga) biasa disebut dengan switch routing maupun switch multilayer.

Adapun beberapa jenis atau tipe switch antara lain sebagai berikut:

ATM Switch

    ATM (Asynchronous Transfer Mode) ialah mode transfer yang dibuat berupa sel-sel. Maksud asinkronus adalah mengulang sel yang mengandung informasi dari user dengan tidak menggunakan periodik.

ISDN Switch

    ISDN (Integrated Services Digital Network) Switch atau Frame Relay Switch Over ISDN ini seringkali ada di Service Provide bekerja seperti pada switch, tetapi mempunyai perbedaan pada interface yang dipakai dalam bentuk ISDN card atau ISDN router.

DSLAM Switch

    A Digital Subscriber Line Access Multiplexer (DSLAM, baca dee-lam) membuat telepon garis untuk membuat koneksi cepat ke internet. Digital Subscriber Line Acces Multiplexer ini adalah perangkat jaringan, yang berada di bursa telepon dari penyedia layanan.

    Layanan yang terhubung ke beberapa pelanggan Digital Subscriber Lines (DSLs) dengan kecepatan tinggi backbone internet line memakai multiplexing teknik. Dengan ditempatkannya DSLAMs pada lokasi terpencil dengan sentral telepon, perusahaan telepon menyediakan layanan DSL ke lokasi sebelumnya pada luar jangkauan efektif.

Ethernet Switch

    Switch Ethernet merupapan LAN interkoneksi perangkat yang bekerja di lapisan data-link (lapisan dua) dari model referensi OSI, saklar pada dasarnya serupa dengan jembatan, tetapi mendukung jumlah yang lebih besar dari segmen LAN tersambung dan mempunyai kemampuan manajemen yang lebih banyak.

    LAN modern semakin diganti media bersama diaktifkan, dengan melakukan instalasi switch etherne dan jembata di tempat hub dan repeater. Partisi logis ini adalah lalu lintas ke perjalanan hanya beberapa segmen jaringan pada jalur antara sumber dan tujuan.

    Hal tersebut akan membuat bandwith berkurang agar tidak terbuang dari hasil dari pengiriman paket ke bagian jaringan yang tidak perlu menerima data. Ada manfaat dari pengamanan ditingkatkan (penggunaan kurang bisa tap-in ke data pengguna lain).

Cara Kerja Switch

    Switch sebagai perangkat keras (hardware) pada jaringan komputer yang sama dengan HUB mempunyai perbedaan bahwa Switch lebih pintar walaupun harganya lebih mahal dibanding HUB.

    Cara kerja Switch adalah dengan menerima paket data dari suatu port lalu akan melihat MAC (Media Acces Control) tujannya dan juga membantun suatu koneksi logika dengan port yang telah terhubung dengan node maupun perangkat tujuan.

    Sehingga selain port yang dituju tidak dapat menerima paket data yang dikirimkan dan akan mengurangi adanya tabrakan data atau dinamakan dengan collision. Setiap perangkat yang terhubung ke port tertentu, MAC addresnya dan akan dicatat di MAC address table yang nantinya akan disimpan di memori chache switch.



Untuk dapat mempelajari switch lebih dalam lagi lihat di video ini

https://youtu.be/sF4FXSbQjwQ 


Sekian, Terima Kasih ^^













Sabtu, 03 Oktober 2020

ROUTING DYNAMIC

0 komentar

  Routing dinamis (Dynamic Routing) adalah router yang memiliki kemampuan untuk membuat tabel routing secara otomatis berdasarkan lalu lintas jaringan dan router yang terhubung. Jika diartikan, dinamis adalah bisa berubah-ubah, jadi IP Addressnya selalu berubah sewaktu-waktu.

    Pengisian dan pemeliharaan pada routing table dilakukan secara otomatis sehingga antar router satu dengan lainnya saling bertukar informasi untuk mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Ada beberapa macam routing dinamis yang perlu Anda ketahui:

·        RIP (Routing Information Protocol)

·        IGRP (Internal Gateway Routing Protocol)

·        OSPF (Open Shortest Path First)

·        BGP (Border Gateway Protocol) 

Kelebihan Routing Dinamis

·        Proses konfigurasi jaringan lebih cepat

·        Bisa digunakan untuk jaringan berskala besar

·        Jika ada jalur yang rusak tetap aman

·        Jalur ditentukan secara otomatis oleh sistem

Kekurangan Routing Dinamis

·        Bandwidth yang dibutuhkan lebih besar

·        Jalur yang bisa menentukan adalah sistem bukan dari administrator

·        Membutuhkan RAM yang lebih besar untuk menentukan jalur terbaik saat terjadi down

 

OSPF

    Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing otomatis (Dynamic Routing) yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan informasi routing antar network mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis. Pada OSPF dikenal sebuah istilah Autonomus System (AS) yaitu sebuah gabungan dari beberapa jaringan yang sifatnya routing dan memiliki kesamaan metode serta policy pengaturan network, yang semuanya dapat dikendalikan oleh network administrator. Dan memang kebanyakan fitur ini diguakan untuk management dalam skala jaringan yang sangat besar. Oleh karena itu untuk mempermudah penambahan informasi routing dan meminimalisir kesalahan distribusi informasi routing, maka OSPF bisa menjadi sebuah solusi.

    OSPF termasuk di dalam kategori IGP (Interior Gateway Protocol) yang memiliki  kemapuan Link-State dan Alogaritma Djikstra yang jauh lebih efisien dibandingkan protokol IGP yang lain. Dalam operasinya OSPF menggunakan protokol sendiri yaitu protokol 89.

Cara Kerja OSPF

    Berikut adalah sedikit gambaran mengenai prinsip kerja dari OSPF:

·           Setiap router membuat Link State Packet (LSP)

·          Kemudian LSP didistribusikan ke semua neighbour menggunakan Link StateAdvertisement (LSA) type 1 dan menentukan DR dan BDR dalam 1 Area.

·          Masing-masing router menghitung jalur terpendek (Shortest Path) ke semua neighbour berdasarkan cost routing.

·          Jika ada perbedaan atau perubahan tabel routing, router akan mengirimkan LSP  ke DR dan BDR melalui alamat multicast 224.0.0.6

·         LSP akan didistribusikan oleh DR ke router neighbour lain dalam 1 area sehingga semua router neighbour akan melakukan perhitungan ulang jalur terpendek.

EIGRP

     EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada CISCO. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router CISCO saja dan routing ini tidak didukung dalam jenis router yang lain.

Cara Kerja

    EIGRP sering disebut juga Hybrid-Distance-Vector Routing Protocol, karena cara kerjanya menggunkan dua tipe routing protocol,yaitu Distance vector protocol dan Link-State protocol, Dalam pengertian bahwa routing EIGRP sebenarnya merupakan distance vector protocol tetapi prinsip kerjanya menggunakan links-states protocol.sehingga EIGRP disebuat sebagai hybrid-distance-vector,mengapa dikatakan demikian karena prinsip kerjanya sama dengan links-states protocol yaitu mengirimkan semacam hello packet.

untuk mengetahui routing dinamis lebih dalam lagi, buka link video dibawah ini ^^

https://youtu.be/bc2t-UlL8Do


Minggu, 27 September 2020

STATIC ROUTING

0 komentar

 Static Routing
Menggunakan Cisco Packet Tracer


1. Siapkan Perangkat Jaringan 

a. 2 Router

b. 2 Switch

c. 8 PC

Lalu susunlah perangkat jaringan


2. Selanjutnya hubungkan perangkat dengan kabel.

a. PC >> Switch menggunakan kabel Straight

b. Swicth >> Router menggunakan kabel Straight

c. Router >> Router menggunakan Serial DCE


3. jangan lupa sebelum menghubungkan tambahkan port di router agar bisa terhubung dengan
    menggunakan Serial DCE




4. Setelah itu kita melakukan konfigurasi ip pada komputer dengan cara :
    Klik PC >> masuk ke bagian Dekstop >> IP Configuration



* Lakukan konfigurasi di PC lainnya dengan cara seperti di atas

5.  Kemudian melakukan konfigurasi Interface router dan serial dengan cara :
     Klik router >> Config >> Interface >> GigabitEthernet0/0/0
    
 Klik router >> Config >> Interface >> Serial0/1/0



*Lakukan konfigurasi router 1 nya lagi dengan cara yang seperti di atas

6. Setelah itu kita melakukan Konfigurasi Static Routing

    a. Pertama-tama kita melakukan pengecekan di router tabel (CLI)
        Klik Router >> CLI >> lalu ketik "show ip route"

    b. Kedua kita melakukan penyettingan konfigurasi Static Routing
        
Klik Router >> Config >> Routing >> Static
        *jika sudah mensetting pilih add untuk menyimpan settingan

    c. Ketiga kita melakukan pengecekan lagi di router tabel (CLI)
        
Klik Router >> CLI >> lalu ketik "show ip route"



*Lakukan juga di router 1 nya lagi dengan cara yang seperti diatas.

7. Terakhir kita melakukan test ujicoba dengan cara pengiriman paket PDU


*Pada percobaan pertama kali proses pengiriman akan gagal tapi pengiriman ke-2 dan selanjutnya 
  akan berhasil terkirim.

untuk penjelasan lebih detail lihat link video dibawah ini :

https://www.youtube.com/watch?v=Dgc-2Go2dOs&feature=youtu.be

https://youtu.be/w-yCqSYyWbQ

https://youtu.be/Dgc-2Go2dOs

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semuanya, sekian terima kasih ^^

Sabtu, 19 September 2020

ROUTING

0 komentar

Definisi Routing

Routing adalah proses untuk memilih jalur (path) yang harus dilalui oleh paket. Jalur yang baik tergantung pada beban jaringan, panjang datagram, type of service requested dan pola trafik. Pada umumnya skema routing hanya mempertimbangkan jalur terpendek (the shortest path).
Terdapat 2 jenis routing yang dikenal, yaitu: 1. Static Route 2. Dynamic Route

Static Routing : Hanya menggunakan IP Address, Router tidak saling bertukar informasi routing table mereka, Routing table diubah secara manual, Dipakai dalam jaringan skala kecil

Dynamic Routing : Menggunakan IP dan Routing Protocol (RIP/ OSPF/ EIGRP), Router yang bertetangga saling bertukar informasi routing table, Routing table berubah secara dinamis, Dipakai dalam jaringan skala besar

Terdapat 2 bentuk routing, yaitu:
- Direct Routing (direct delivery); paket dikirimkan dari satu mesin ke mesin lain secara langsung (host berada pada jaringan fisik yang sama) sehingga tidak perlu melalui mesin lain atau gateway.
- Indirect Routing (indirect delivery); paket dikirimkan dari suatu mesin ke mesin yang lain yang tidak terhubung langsung (berbeda jaringan) sehingga paket akan melewati satu atau lebih gateway atau network yang lain sebelum sampai ke mesin yang dituju.

Konsep Dasar Routing

Routing adalah proses yang dialami datagram untuk mencapai tujuan di jaringan TCP/IP. Konsep routing adalah hal yang utama pada lapisan internet di jaringan TCP/IP. Hal ini karena pada lapisan internet terjadi proses pengalamatan. Data-data dari device yang terhubung ke internet dikirim dalam bentuk datagram, yaitu paket data yang didefinisikan oleh IP. Datagram memiliki alamat tujuan paket data. Internet Protokol memeriksa alamat ini untuk menyampaikan datagram dari device asal ke device tujuan. Jika alamat tujuan datagram tersebut terletak satu jaringan dengan device asal, datagram tersebut langsung disampaikan.Jika alamat tujuan datagram tidak terdapat di jaringa yang sama, datagram akan disampaikan kepada router yang paling tepat.

Jenis-jenis routing protokol

a. RIP (Routing Information Protocol)
RIP (Routing Information Protocol) adalah jenis protokol kuat digunakan dalam jaringan area lokal dan jaringan area luas. RIP (Routing Information Protocol) tipe dikategorikan protokol gateway interior dalam penggunaan algoritma distance vector. Routing protokol informasi didefinisikan pada tahun 1988. Ia juga memiliki versi 2 dan saat ini kedua versi sedang digunakan. Secara teknis itu sudah usang oleh teknik yang lebih canggihseperti (OSPF) dan protokol OSI IS-IS.

b. Interior Gateway routing protokol (IGRP)
Interior Gateway routing protokol (IGRP) Ini adalah Distanceve IGRP (Interior Gateway Protocol) oleh Cisco. Router digunakan untuk pertukaran data rute dalam suatu sistem independen. Interior Gateway routing protocol dibuat dalam bagian untuk mengalahkan batas-batas RIP (RoutingInformation Protocol) dalam jaringan besar. Ia memelihara beberapa metrikuntuk setiap rute serta keandalan, MTU, beban penundaan, dan bandwidth. Hop maksimum EIGRP adalah 255 dan update routing transmisi90 detik. Ini diukur dalam protokol routing classful, tetapi kurang populer karena boros ruang alamat IP.

c. Open Shortest Path First (OSPF)
Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing yangaktif yang digunakan dalam protokol internet. Terutama itu adalah link state routing protokol dan termasuk ke dalam kelompok protokol gatewayinterior. Buka Shortest Path First (OSPF) yang beroperasi di dalam sistem otonomi yang berbeda. Versi 2 dari Jalur terpendek Pertama Terbuka(OSPF) didefinisikan pada tahun 1998 untuk IPv4 maka versi OSPF 3 dalam RFC 5340 pada tahun 2008. Pertama Buka Jalur terpendek (OSPF) paling banyak digunakan dalam jaringan perusahaan bisnis besar.

d. Exterior Gateway Protocol (EGP)
Protokol routing yang mutlak bagi internet eksterior gerbang protokol yang ditetapkan tahun 1982 oleh Eric C. EGP (Exterior Gateway Protocol) pada awalnya dinyatakan dalam RFC827 dan benar ditetapkan dalam RFC 904 di 1984.The Exterior Gateway Protocol (EGP) tidak seperti vektor jarak danjalan protokol vektor. Ini adalah topologi seperti pohon.

e. Peningkatan interior gerbang routing protokol (EIGRP)
Peningkatan Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) berdasarkan IGRP asli mereka saat itu adalah milik Cisco routing protokol. Ini adalah jarak-vector routing protokol di muka dalam optimasi untuk mengurangi baik kegoyangan routing yang terjadi setelah perubahan topologi, ditambah dengan penggunaan bandwidth dan daya proses di router yang mendukung ditingkatkan interior gateway routing protokol secara otomatis akan mengalokasikan kembali informasi rute untuk IGRP ( Peningkatan Interior Gateway Routing Protocol) oleh tetangga bertukar 32 bit EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) metrik ke 24 bit IGRP metrik.Umumnya optimasi berdasarkan pekerjaan DUAL dari SRI yang memastikan operasi loop bebas dan menawarkan sarana untuk sambungan cepat.

f. Border Gateway Protocol (BGP)
Border Gateway Protocol (BGP) adalah protokol routing inti internet dan bertanggung jawab untuk menjaga meja jaringan protokol Internet yang mengotorisasi kemampuan jaringan mencapai antar AS. Border Gateway Protocol (BGP) dinyatakan sebagai jalan protokol vektor. Tidak menggunakan metrik IGP konvensional tetapi membuat keputusan routing berbasis pada jalur, kebijakan jaringan. Hal ini dibuat untuk menggantikan Exterior Gateway Protocol (EGP) routing protokol mengijinkan routing yang sepenuhnya terdesentralisasi untuk mengizinkan penghapusan Bersih NSF yang izin ke internet untuk berubah menjadi sistem desentralisasi yang benar-benar. Versi keempat Border Gateway Protocol (BGP) telah digunakan sejak tahun 1994 dan ke-4 versi dari tahun 2006. Versi 4 RFC 4271 memiliki banyak fitur seperti itu memperbaiki banyak kesalahan sebelumnya, ketidakjelasan menerangi dan membawa t RFC lebih dekat keindustri praktek.


g. Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS)
Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS) adalah protokol yang besar digunakan oleh perangkat jaringan untuk menentukan cara terbaik untuk datagram dipromosikan dari sisi ke sisi paket switched jaringan dan proses ini disebut routing. Ini didefinisikan dalam ISO / IEC 10589 2002 dalam desain referensi OSI. Menengah sistem-ke-intermediate sistem (IS-IS) membedakan antara tingkat-tingkat seperti tingkat 1 dan tingkat 2. Protokol routing dapat diubah tanpa perlu menghubungi wilayah intra routing protokol.

Tabel Routing

Router akan memberi rekomendasi jalur mana yang paling tepat untuk melewatkan paket data yang dikirim ke alamat tertentu sesuai dengan informasi yang terdapat pada tabel routing sehingga pada saat paket data telah dikirimkan atau diarahkan maka router akan melakukan pemeriksaan yang terdapat pada tabel routing dan router akan menentukan jalur mana yang paling sesuai dengan informasi yang ada. Ada 2 item yang harus dimasukan oleh tabel routing untuk mengirim paket data, diantaranya:

Destination Address merupakan sebuah alamat pada jaringan yang dapat dijangkau oleh router
Pointer to the Destination merupakan penunjuk yang akan memberitahukan bahwa jaringan atau network yang dituju dapat terhubung dengan router.
Router akan menyesuaikan informasi yang terdapat pada tabel routing sebelum mengirimkan ke alamat tujuan sehingga tidak ada yang namanya salah sasaran dalam mengirimkan paket data.

Berikut adalah urutan pada tabel routing untuk menyesuaikan alamat tujuan:
Host Address
Subnet
Group of Subnet
Major network number
group of major network numbers
default address
Jika data yang dikirimkan oleh pengirim ke alamat atau jaringan yang dituju tidak sesuai dengan entri diatas maka paket data yang telah dikirimkan oleh pengirim akan dibuang dan pengirim data akan diberikan pesan oleh router bahwa data yang dikirim telah di drop karena ketidaksesuain dan terjadi kesalahan pengalamatan pada address source pengirim.

untuk mempelajari routing lebih mendalam lagi tonton video di bawah ini

https://www.youtube.com/watch?v=bTgsQ9rmZyc&feature=youtu.be